YOGYAKARTA, SELASA – Kementerian Kesehatan Kamboja menyatakan ingin mempelajari pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan khususnya penggunaan obat secara rasional di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Kami ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di Yogyakarta terkait penggunaan obat secara rasional,” kata Dirjen Kesehatan Kementerian Kesehatan Kamboja Dr Teplun ketika berkunjung ke kantor Gubernur DIY di Kepatihan Yogyakarta, Selasa.

Rombongan pejabat kesehatan dari Kamboja yang dipimpin Dr Teplun diterima oleh Sekretaris Daerah Tri Harjun Ismaji mewakili Gubernur Sultan Hamengku Buwono X.

Gubernur DIY dalam sambutan yang dibacakan Tri Harjun Ismaji mengatakan untuk memberdayakan masyarakat dalam penggunaan obat secara rasionbal, Dinas Kesehatan DIY telah melaksanakan beberapa kegiatan, yaitu penyebaran informasi melalui metode cara belajar ibu aktif (CBIA), promosi penggunaan obat generik dan pelatihan bagi penjual jamu gendong untuk membuat jamu berkualitas.

“Kegiatan ini bekerja sama dengan Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat Universitas Gadjah Mada (UGM),” katanya.
Cara lain yang dilakukan untuk memberdayakan masyarakat adalah memberikan informasi mengenai penggunaan obat yang tidak rasional karena persoalan ini perlu perhatian khusus agar tidak memberikan dampak negatif.
“Dikatakan tidak rasional jika pasien yang menggunakan obat tersebut mendapat dampak negatif yang lebih besar dari manfaatnya. Penggunaan obat tidak rasional dapat terjadi antara lain dari resep, indikasi, dosis, frekuensi atau jangka waktu obat,” katanya.
Upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pemprov DIY menargetkan agar masyarakat dapat secara mandiri mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan kesehatan serta mampu mencari solusinya.
“Dengan terlibat aktif di setiap kegiatan, diharapkan mereka memiliki komitmen dan kontribusi lebih besar dalam pembangunan kesehatan yang pada akhirnya membentuk jaringan kuat untuk mempertahankan program kesehatan secara berkelanjutan,” katanya.