MENTERI Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mensinyalir saat ini banyak Pedagang Besar Farmasi (PBF) fiktif yang turut ambil bagian dalam distribusi dan pemasaran obat.

“Kenyataan di lapangan, PBF fiktif sangat banyak. Saya harap ini perlahan bisa ditiadakan sehingga yang ada hanya PBF yang baik saja,” katanya pada pembukaan seminar tentang Peran dan Masa Depan PBF Menghadapi Harmonisasi ASEAN di Jakarta, Selasa (26/8).

Namun Siti Fadilah mengaku tidak tahu secara pasti jumlah PBF fiktif yang menurut dia adalah PBF yang hanya muncul ketika ada tender pengadaan atau distribusi obat. “Itu Badan POM yang tahu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Farmasi Anthony CH Soenarjo memperkirakan, PBF yang hanya aktif saat ada tender jumlahnya sekitar 30 persen hingga 40 persen dari seluruh PBF yang ada di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 2.400 PBF.

“Ini terjadi karena sistem tender obat nasional memungkinkan hal itu dilakukan,” katanya.

Lebih lanjut Menteri Kesehatan mengatakan, untuk membenahi sistem distribusi obat nasional pihaknya kini mewajibkan setiap PBF untuk melaporkan komoditas obat yang diperdagangkan kepada pemerintah setiap bulan. Selain itu, pihak Departemen Kesehatan juga akan menyiapkan regulasi khusus untuk membenahi sistem distribusi obat nasional.

Menurut Anthony, pemerintah sebaiknya melibatkan pihak-pihak terkait termasuk pelaku industri farmasi dan PBF dalam proses penyiapan kebijakan yang ditujukan untuk memperbaiki sistem produksi dan distribusi obat nasional.

“Semua mesti diajak duduk bersama, mencari solusi untuk membenahi sistem yang ada sekarang. Kami ingin menjadi mitra pemerintah dalam hal ini, jadi jangan selalu dianggap sebagai ’bad guy’,” katanya.

Pada kesempatan itu Menteri juga mengingatkan para Pedagang Besar Farmasi agar tidak semata-mata memperlakukan komoditas perdagangannya sebagai komoditas ekonomi.

“Harus dilihat pula aspek sosialnya. PBF juga harus mendukung kebijakan pemerintah untuk menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat,” demikian Menteri Kesehatan.

AC