LAMONGAN, RABU – Indonesia menjadi pasar empuk tenaga asing termasuk di dunia kesehatan. Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah atau Arsada Pusat dr Hanna Permana Subanegara Rabu (6/8) mengatakan setelah kesepakatan investor asing dan tenaga kesehatan asing b oleh beroperasi di Indonesia pada 2006, nanti akan ada sekitar 3.300 dokter dari India yang fasih berbahasa Indonesia akan masuk ke pasar kesehatan Indonesia.

Jika dunia kesehatan Indonesia tidak segera berbenah dan menata diri persaingan akan semakin ketat. Dalam bisnis rumah sakit, pengelolanya sering mengira bisnis ini hanya berkutat seputar produk saja. Namun elemen yang lebih penting seperti service (pela yanan) dan mindset (pola pikir) malah sering dilupakan, kata Hanna dalam Workshop rumah sakit daerah (RSD) dr Soegiri Lamongan Menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rabu (6/8).

Hanna berharap agar jangan sampai ketika RSD dr Soegiri Lamongan nantinya bisa menjadi BLUD hanya ganti baju belaka, tetapi kualitas layanannya tidak berubah. Konsep mengubah rumah sakit daerah (RSD) menjadi BLUD merupakan untuk mengubah mindset lama agar semakin berkualitas. Artinya mempunyai kualitas bisnis yang sehat sehingga bisa memiliki daya saing dengan rumah sakit swasta, katanya.

Dia menambahkan mengubah perilaku sumber daya manusia mutlak untuk memenangkan persaingan. Dengan menjadi BLUD, RSD tidak akan lagi terlalu birokratis tetapi dapat mengelola bisnis secara profesional yang andal.

Bisnis di sini bukan berarti hanya mencari keuntungan belaka, namun bisnis yang sehat, efektif dan efisien. “Saya sepakat dengan menjadi BLUD, rumah sakit menjadi lebih fleksibel dalam mengelola keuangan,” katanya menjelaskan.

Sebuhungan dengan mengubah perilaku SDM Hanna mengungkapkan bagaimana masyarakat sekarang menjadi semakin dewasa dan cenderung menyukai yang indah-indah. Nanti RSD jangan menerima karyawan baru yang tidak keren dan tidak ramah. Di bagian pelayanan jangan sampai ditempati karyawan kumuh seperti buris rawa. Survey menunjukkan, 68 persen pasien tidak kembali ke rumah sakit karena perilaku dokter dan perawat yang tidak menyenangkan. Dengan menjadi BLU, tantangan ini bisa dijawab, paparnya.

Sekretaris Kabupaten Lamongan Fadeli mengungkapkan bagaimana kondisi rumah sakit daerah sekarang yang tidak bisa bersaing dengan rumah sakit swasta. Menurut dia dengan menjadi BLU rumah sakit daerah bisa bersaing, bisa mengangkat tenaga jasa medis profesi onal. Termasuk urusan utang piutang bisa dikelola secara profesional dengan SDM yang memadai, katanya. (ACI)