WASHINGTON–MI: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (5/8), meluncurkan buku panduan untuk membantu negara berpenghasilan rendah dan sedang yang berusaha memerangi wabah tersebut. Buku panduan itu meliputi saran mengenai pembagian kondom, panduan mengenai penyuluhan dan daftar pemeriksaan yang tersedia untuk mendiagnosis HIV.

“Dokumen ini menanggapi keperluan yang sudah lama dihadapi oleh satu negara,” kata Direktur Departemen HIV/AIDS WHO Dr. Kevin De Cock.

“Di satu tempat dokumen tersebut berisi panduan paling baik mengenai apa reaksi yang perlu disampaikan oleh sektor kesehatan HIV/AIDS global,” katanya.

Buku panduan yang dikeluarkan pada Konferensi Internasional dua-tahunan mengenai AIDS di Kota Meksiko itu, akan terus diperbaharui seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Perkembangan tersebut dapat di lihat dalam web http://www.who.int/hiv atau http://www.who.int/hiv/mexico2008/interventions/en/index.html.

“Setiap hari, lebih dari 6.800 orang tertulas HIV dan lebih dari 5.700 orang meninggal, kebanyakan karena mereka tak memiliki akses ke pencegahan HIV, layanan pengobatan dan perawatan. Meskipun kemajuan dicapai dalam meningkatkan reaksi selama dasawarsa terakhir, wabah HIV tetap menjadi tantangan penyakit menular paling serius bagi kesehatan masyarakat global,” demikian antara lain isi buku panduan WHO itu.

Lembaga AIDS PBB, UNAIDS, memperkirakan bahwa 33 juta orang terserang HIV, dan 2 juta orang menemui ajal setiap tahun.

Dalam laporan kedua yang dikeluarkan pada konferensi tersebut, satu panel ahli AIDS internasional mengatakan pemimpin global secara agresif harus mengembangkan program pencegahan dengan tujuan mengurangi prilaku beresiko tinggi termasuk penggunaan narkotika dan seks tak aman.

Mereka menyatakan ratusan percobaan klinik telah memperlihatkan program perubahan prilaku sangat efektif dalam mencegah HIV, dengan sebanyak 50 persen hingga 90 persen tingkat keberhasilan, tapi tak cukup banyak orang dimasukkan untuk mempengaruhi penyebaran penyakit tersebut.

“Kita tak boleh rancu mengenai kesulitan dalam mengubah prilaku manusia dengan ketidak-mampuan untuk melakukan itu,” kata Dr. Helene Gayle, ketua bersama Global HIV Prevention Working Group dan Presiden serta Pejabat Kepala Pelaksana badan amal CARE USA.

Berbagai program terjamin biasanya mencakup gabungan beberapa pendekatan seperti penyuluhan satu-demi-satu, program kelompok kecil, dan pendidikan masyarakat, semuanya dirangkai bagi masyarakat yang dituju, kata laporan tersebut. (Ant/OL-06)