Bismillaahhiraahmaanirrahiim. Ass. wr. Wb
Selamat siang dan salam sejahtera.
1. Yth. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat
2. Ysh. Sdr. ketua Kadin Jabar, Drs. H. Iwan Darmawan Hanafi, MM ;
3. Ysh. Ketua GP Farmasi Indonesia Pusat, Anthony CH Sunarjo ;
4. Ysh. Bapak Dedy Widjaja Dharma SElaku Ketua GPFI Jabar 2008 – 2012
5. Ysh. Drs. Sudarja Nataatmadja Ketua GP Farmasi Indonesia Jabar Periode 2004-2008
6. Ysh. Kadinkes
7. Ysh. Ka BPOM Jabar
8. Undangan dan KEluarga besar GP Farmasi Indonesia Daerah Jawa Barat dan hadirin yang berbahagia.

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT-Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas ridho dan perkenan-Nya pada kesempatan ini kita dapat hadir pada acara Pelantikan Pengurus GP Farmasi Indonesia Daerah Jawa Barat Periode 2008-2012.

Seiiring dengan itu, selaku pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya mengucapkan “selamat” kepada Jajaran Pengurus GP Farmasi Indonesia Daerah Jawa Barat PEriode 2008-2012, semoga dibaawah kepemimpinan Bapak Dedy Widjaja Dharma, organisasi ini semakin mampu meningkatkan eksistensinya sebagai mitra pemerintah daerah dalam proses pembangunan Jawa Barat, khusunya dibidang kesehatan.

Tidak lupa ucapan terima kasih dan pengharggan saya sampaikan kepada Jajaran Pengurus periode 2004-2008 beserta keluarga besar GP Farmasi Indonesia Daerah Jawa Barat, atas dharma baktinya yang telah diberikan bagi organisasi dan proses pembangunan Jawa Barat selama ini.

Hadirin yang saya hormati,
Pembangunan kesehatan Jawa Barat memiliki progress yang cukup baik, hal ini terefleksi dari pencapaian indeks kesehatan tahun 2007 yang berada pada kisaran 71,03. Namun realitanya, pencapaian tersebut belum mampu membuat kondisi kesehatan masyarakat sesuai dengan harapan bersama.

Secara umum gambaran kondisi Kesehatan Jawa Barat berdasarkan data BPS Provinsi Jabar 2007, sebagai berikut : Umur Harapan Hidup (UHH) sebesar 67,62, angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 321,12/100.000 kelahiran hidup, Angka Kematian Bayi (AKB) 44,36/100.000 kelahiran hidup, jumalah kematian maternal 777/100.000 kelahiran hidup, angka gizi kuran ditambah gizi buruk sebesar 12,19%.

Sementara itu, Target nasional (RP JMN 2009) yaitu UHH sebesar 70,6 tahun, (AKB) sebesar 26 per 1000 kelahiran hidup (AKI) sebesar 226 per 100.000 kelahiran hidup. Untuk pencapaian tersebut, dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dari seluruh elemen masyarakt, khususnya stakeholders pembangunan kesehatan Jawa Barat.

Dalam proses pembangunan kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada dasarnya mengacu pada konsep paradigm sehat, yakni pembangunan kesehatan yang lebih mengutamakan upaya preventif pada promotif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative. Namun realita di lapangan masih banyak ditemukan berbagai factor penghambat serta penyebab rendahnya kualitas kesehatan masyarakat, disamping kondisi lingkungan serta perilaku hidup yang kurang bersih dan sehat serta aksesbilitas terhadap pelayanan kesehatan, harga obat yang tidak terjangkau juga member kontribusi yang tidak sedikit, terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara umum.

Pada sisi lain, kemampuan Pemerintah Daerah belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sepenuhnya. Karenanya diperlukan peran sector privat dan organisasi nirlaba untuk turut mengembangkan kuantitas dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk GP Farmasai Indonesia Daerah Jawa Barat. Peran dan kontribusi ini sangat dibutuhkan dalam kondisi krisis keuangan global saat ini, yang dapat memicu kenaikan harga barang, termasuk didalamnya harga obat-obatan. Sementara kebutuhan obat cenderung merupakan kebutuhan yang inelastis (permintaan akan obat tidak akan berubah banyak walaupun harganya naik dengan tajam). Mampu atau tidak mampu, masyarakat cenderung akan memenuhi kebutuhan akan obat berapapun harganya asal dapat kembali sehat.

Hadirin yang saya hormati.

Merujuk kondisi diatas, kami berharap jajaran Pengurus GP Farmasi Indonesia Daerah Jawa Barat 2008-2012, dapat membantu pemerintah Provinsi Jawa Barat mengatasi permasalahan ini. Walaupun sedang menghadapi dampak kondisi krisis keuangan Global, kami harapkan GP Farmasi Indonesia Daerah Jawa Barat dapat berperan aktif dan menciptakan berbagai terobosan untuk mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang sehat, karena seluruh masyarakat Jawa Barat baik yang kaya maupun miskin memiliki hak yang sama untuk hidup sehat, antara lain dengan menciptakan obat-obatan dengan harga yang lebih murah tanpa mengurangi kualitasnya.

Selain itu, diharapkan dunkungannya mensukseskan program Pemerintah provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan aksesbilitas kesehatan penduduk miskin, meningkatkan capaian taraf kesehatan penduduk masyarakat (health for all), serta mengembangkan gerakan bersama masyarakat dan dunia usaha dibidang kesehatan, antara lain melalui Gerakn Hidup Sehat.

Dalam rangka mengatasai maraknya peredaran obat palsu, peran GP Farmasi Indonesia Daerah Jawa Barat, sangat diperlukan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadapa bahaya obat palsu. Sebab pihak yang dirugikan bukan hanya konsumen dan kalangan industry obat resmi, tak ketinggalan juga permerintah daerah, karena pemerintah daerah sangat baerkepentingan tehadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Selanjutnya berkaitan dengan penyelenggaraan seminar yang mengangkat tema “Kiat Menghadapi Krisis Keuangan Global Terhadap Kelangsungan Bisnis Farmasi Indonesia” dengan Pembicara Pakar Ekonomi Indonesia Dr. Faisal Basri, kami menyambut baik kegiatan ini, mudah-mudahan melali seminar ini, para pengusaha farmasi memiliki solusi dan metode terbaik dalam menjaga kelangsungan bisnis farmasi Indonesia.

Hadirin yang berbahagia.

Demikian kiranya yang dapat saya sampaikan, kepada Jajaran Pengurus GP Farmasi Indonesia Daerah Jawa Barat periode 2008-2012, saya ucapkan selamat bertugas dan berkarya, bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dan Jawa Barat khususnya.

Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalaamu’alikum wr .wb.

Gubernur Jawa Barat

Ahmad Heryawan

About these ads